Sebagai wujud pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (FEB UMA) mengadakan sosialisasi literasi keuangan bertema “Pengenalan Literasi Keuangan Sederhana bagi Siswa SMK Wira Kesuma Jaya”. Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Mei 2025 di Jalan Namorat, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya perencanaan keuangan dan investasi sejak dini, khususnya bagi generasi Z.
Tim PKM dipimpin oleh Rana Fathinah Ananda, SE., M.Si (Dosen Prodi Akuntansi), bersama anggota Aditya Amanda Pane, SE., M.Si (Dosen Prodi Akuntansi) dan Nindya Yunita, S.Pd., M.Si (Dosen Prodi Manajemen). Menurut Rana, kegiatan ini berfokus pada pengenalan dasar pengelolaan keuangan, konsep utang, dan pentingnya investasi jangka panjang. Materi juga mencakup risiko serta manfaat investasi, pentingnya kebiasaan finansial sehat, disiplin menabung, dan sikap bijak dalam mengatur pengeluaran.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya perencanaan keuangan. Banyak di antara mereka mulai tertarik pada investasi sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial. Rana menambahkan, meski akrab dengan teknologi, masih banyak siswa yang belum memahami manfaat teknologi finansial, sehingga program ini diharapkan menjadi bekal untuk menyusun rencana keuangan yang matang.
Selain itu, tim juga memperkenalkan analisis dasar berbagai pilihan investasi yang relevan bagi generasi muda. Aditya Amanda Pane mengungkapkan bahwa sebelum sosialisasi, sebagian besar siswa belum memahami cara mengatur anggaran pribadi dan belum sadar akan risiko utang konsumtif. Melalui metode sharing knowledge dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa FEB UMA, siswa diperkenalkan pada penggunaan aplikasi digital untuk pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Nindya Yunita menekankan pentingnya pendekatan kreatif dan relevan dalam mengajarkan literasi keuangan kepada generasi digital native agar materi mudah dipahami dan diterapkan. “Pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan, perencanaan finansial, menabung, dan menghindari utang konsumtif akan menjadi pondasi penting bagi generasi muda untuk mencapai kestabilan finansial di masa depan,” ujarnya.