Oksigen terlarut dalam air sangat penting bagi kehidupan akuatik, dan beberapa jenis bakteri memiliki peran kunci dalam memproduksinya. Berikut adalah beberapa bakteri yang diketahui dapat menghasilkan oksigen di perairan:
1. Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)
Cyanobacteria adalah kelompok bakteri fotosintetik yang paling terkenal dalam memproduksi oksigen di perairan. Mereka memiliki klorofil-a dan pigmen fotosintetik lainnya yang memungkinkan mereka melakukan fotosintesis seperti tumbuhan.
Contoh spesies:
-
Synechococcus
-
Prochlorococcus (salah satu penghasil oksigen terkecil dan paling melimpah di lautan)
-
Anabaena
-
Oscillatoria
Peran:
Cyanobacteria berkontribusi besar dalam siklus oksigen global, terutama di lautan, dan merupakan produsen utama dalam rantai makanan akuatik.
2. Bakteri Sulfur Fotosintetik
Beberapa bakteri sulfur ungu dan hijau dapat melakukan fotosintesis anoksigenik, tetapi beberapa juga dapat berkontribusi pada produksi oksigen dalam kondisi tertentu.
Contoh spesies:
-
Chlorobium (bakteri sulfur hijau)
-
Chromatium (bakteri sulfur ungu)
Catatan:
Bakteri sulfur umumnya menggunakan H₂S (bukan H₂O) sebagai donor elektron, sehingga tidak menghasilkan oksigen. Namun, dalam kondisi tertentu, beberapa dapat berkontribusi pada produksi oksigen melalui mekanisme sekunder.
3. Bakteri Oksigenik yang Hidup di Zona Hipoksik
Beberapa bakteri adaptif di zona rendah oksigen (hipoksik) dapat menghasilkan oksigen dalam jumlah kecil sebagai produk sampingan metabolisme mereka.
Contoh:
-
Beberapa strain Pseudomonas dan Bacillus dilaporkan dapat menghasilkan oksigen melalui reaksi enzimatik tertentu.
Cyanobacteria adalah kelompok utama bakteri penghasil oksigen di perairan, mirip dengan peran tumbuhan di darat. Bakteri lain seperti beberapa jenis fotosintetik sulfur dan bakteri adaptif hipoksik juga dapat berkontribusi, meskipun dalam skala lebih kecil.