Feses ikan budidaya merupakan limbah organik yang kaya akan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Namun, pemanfaatannya sebagai pupuk sering terhambat karena kandungan bahan organik yang belum terurai sempurna. Dengan menggunakan bakteri pengurai, feses ikan dapat diolah menjadi pupuk organik yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Artikel ini membahas kandungan NPK pada feses ikan budidaya setelah melalui proses penguraian oleh bakteri.
Sumber Nutrisi dalam Feses Ikan
Feses ikan mengandung nutrisi yang berasal dari sisa pakan yang tidak tercerna, lendir, serta ekskresi metabolik. Komposisi NPK dalam feses ikan bervariasi tergantung pada:
-
Jenis pakan (kandungan protein, lemak, dan karbohidrat).
-
Jenis ikan (herbivora, karnivora, atau omnivora).
-
Sistem budidaya (intensif, semi-intensif, atau tradisional).
Secara umum, feses ikan mengandung:
-
Nitrogen (N): 1,5–4% (berasal dari protein yang tidak tercerna dan amonia).
-
Fosfor (P): 0,5–2,5% (berasal dari sisa pakan dan ekskresi ikan).
-
Kalium (K): 0,2–1,5% (berasal dari mineral dalam pakan).
Peran Bakteri Pengurai dalam Meningkatkan Kualitas NPK
Bakteri pengurai seperti Bacillus subtilis, Lactobacillus sp., dan Pseudomonas sp. berperan dalam:
-
Menguraikan senyawa organik kompleks (protein, lemak, karbohidrat) menjadi bentuk yang lebih sederhana.
-
Mengurangi bau tidak sedap dengan menurunkan amonia dan senyawa sulfur.
-
Meningkatkan ketersediaan hara melalui mineralisasi.
Perubahan Kandungan NPK Setelah Penguraian
Setelah proses fermentasi atau pengomposan dengan bakteri, kandungan NPK dalam feses ikan mengalami perubahan:
| Unsur Hara | Sebelum Penguraian | Setelah Penguraian |
|---|---|---|
| Nitrogen (N) | 1,5–4% | 2–5% (meningkat karena mineralisasi protein) |
| Fosfor (P) | 0,5–2,5% | 1–3% (lebih tersedia dalam bentuk fosfat) |
| Kalium (K) | 0,2–1,5% | 0,5–2% (stabil, mudah diserap tanaman) |
Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penguraian
-
Jenis bakteri pengurai – Kombinasi bakteri selulolitik dan proteolitik lebih efektif.
-
Waktu fermentasi – Proses optimal membutuhkan 2–4 minggu.
-
Kondisi lingkungan – Kelembaban 50–60% dan aerasi yang cukup mempercepat penguraian.
Manfaat Pupuk dari Feses Ikan Terfermentasi
-
Meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki struktur tanah.
-
Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
-
Ramah lingkungan karena mengurangi limbah budidaya ikan.
Kesimpulan
Pengolahan feses ikan budidaya menggunakan bakteri pengurai dapat meningkatkan kandungan NPK dan kualitas pupuk organik. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi limbah budidaya tetapi juga menyediakan sumber nutrisi yang berkelanjutan bagi pertanian.